Hai Readers.
Dalam salah satu kajian yang aku dengarkan di perjalanan, aku kembali diingatkan bahwa belajar itu tidak bisa sembarangan. Ada metodenya. Dan salah satu metode paling penting dalam Islam adalah metode Rabbani.
Apa itu Rabbani?
Disebutkan oleh Imam al-Bukhari, orang-orang Rabbani adalah mereka yang mempelajari ilmu secara bertahap: dari hal-hal yang paling dasar, paling sederhana, dan paling mudah dipahami, sebelum masuk ke perkara-perkara besar, pelik, dan rumit. Bukan soal kualitas ilmunya rendah atau tinggi, tapi soal urutan dan fondasi.
Prinsip ini sebenarnya berlaku di semua bidang. Dalam apa pun baik ilmu dunia maupun agama adalah basic selalu menjadi kunci. Tanpa dasar yang kuat, bangunan ilmu akan mudah runtuh.
Dalam Al-Qur’an pun kita diajarkan metode ini. Ketika seseorang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an, maka ia memulainya dari perkara-perkara dasar sebelum masuk ke pembahasan yang besar dan kompleks. "jadilah orang-orang Rabbani".
Belajar juga membutuhkan kelembutan. Maksudnya bukan lembek, tapi sabar dan bertahap. Ilmu tidak bisa dikejar secara instan. Siapa pun yang ingin mempelajari ilmu dengan cara tergesa-gesa dan dalam waktu berdekatan, justru akan kehilangan kedalaman pemahaman. Ilmu itu dipelajari pelan-pelan, satu per satu.
Seperti belajar bela diri. Tidak mungkin langsung mempelajari jurus-jurus tingkat tinggi tanpa menguasai kuda-kuda. Apalagi dalam belajar ilmu agama yang bukan hanya soal paham, tapi juga soal iman dan istiqamah.
Barang siapa dasar ilmunya tidak kuat, maka ia akan sulit sukses, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Bahkan, ia bisa saja tidak istiqamah. Padahal kita sangat membutuhkan ilmu untuk bertahan hidup dan menata arah.
Ditambah lagi, belajar dari banyak sumber sekaligus tanpa tahapan sering kali membuat seseorang rentan gagal dalam memahami ilmu. Dalam fiqih saja, kita mengenal banyak mazhab dan lebih dari satu pendapat dalam satu masalah. Karena itu, para ulama termasuk Imam al-Ghazali menekankan pentingnya belajar secara bertahap.
Kalau ingin sukses, maka jalanilah prosesnya perlahan. Jangan mengoleksi semua fatwa sekaligus. Tidak semua hal harus diambil dalam satu waktu. Pilih yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan diri.
Inilah juga hikmah mengapa Al-Qur’an diturunkan secara bertahap. Allah sebenarnya mampu menurunkannya sekaligus, tetapi itu bukan metode untuk mengokohkan hati. Justru dengan cara bertahap itulah hati Nabi Muhammad Saw. dikuatkan, ayat demi ayat, fase demi fase.
Dan satu hal penting yang sering diulang oleh para ulama:
mereka belajar adab terlebih dahulu sebelum belajar ilmu.
Karena ilmu tanpa adab tidak akan membawa keberkahan.
link kajian yang aku simak: https://youtu.be/rMno2d6G2dA?si=kFeF00k06ygTDwXU