Minggu, 15 Oktober 2017
Jumat, 15 September 2017
Sindrom Maba (Mahasiswa baru)
Yaelah bahasanya Sindrom Maba (Mahasiswa Baru) apaan tuh??
Aku jawab apa ya...
Sebenarnya begini, mungkin sebagian ada yang merasakan sindrom seperti ini sepertinya memang sindrom maba tidak terkesan baik. Namun, perlu disikapi dengan benar. Sebab aku merasakan saat saat seperti ini. Saat pertama kali aku diterima di PTN yaitu Universitas Indonesia, Aku sangat senang bukan main. Yes.. aku diterima jadi maba FIB. Alasan aku dulu simpel, yang penting aku ingin kuliah di PTN.
Ternyata hidup di luar kota dengan pergaulan yang cukup waww serta memerlukan biaya yang tak sedikit, walaupun aku penerima beasiswa bukan berarti biaya hidup ditanggung sepenuhnya. Aku harus melatih diriku untuk menjadi gaul. kapan nih cerita sindrom maba nya?
Wait wait, jadi menurut teori sotoy (sok tahu) aku, sindrom maba adalah sindrom yang dirasakan oleh mahasiswa baru (yaiyalah mahasiswa baru). Di kampus khususnya di Universitas Indonesia begitu banyak organisasi, komunitas dan acara-acara kepanitian yang sedang membuka Open Recruitment yang dilakukan secara berbarengan. Mahasiswa Baru kebingungan untuk memilih mana yang akan diikuti, termasuk aku sendiri. Sehingga mahasiswa kebingungan sendiri hingga ada yang mengikuti kegiatan yang banyak atau ada juga yang tidak mengikuti kegiatan tersebut sama sekali.
Kelebihannya jika kita mengikuti kegiatan banyak dibanding dengan yang tidak mengikuti yaitu pertama kamu akan mendapat banyak link dan teman baru sesama anggota organisasi ataupun komunitas itu sendiri dibanding dengan maba yang tidak mengikuti kegiatan apapun. Kedua, kamu akan sebisa mungkin mengatur waktumu dan menjadikan waktumu tidak kosong jadi gak gabut (nganggur) serta menuntut kamu untuk pandai mengatur waktu. Ketiga, kamu akan terbiasa kedepannya mengikuti kegiatan di suatu organisasi/komunitas/acara kepanitiaan lain.
Sedangkan kekurangannya yaitu karena mahasiswa baru sangat banyak kegiatan, baik itu ospek universitas, fakutas, dan jurusan, sehingga kamu merasa kelelahan. Kamu belum terbiasa kedepannya jika akan mengikuti kegiatan.
Tipsnya menurut aku yaitu
1. Carilah informasi sedetail mungkin tentang organisasi atau komunitas baik itu dari senior, teman bahkan dari anggota yang mengikuti organisasi/komunitas tersebut.
2. Ikuti organisasi/komunitas/acara kepanitiaan yang sesuai dengan minatmu. jangan mengikuti terlalu banyak karena tugas utama kita sedang kuliah, jadi harus kejar juga tujuan utama kuliah. Jadi jangan sampai tugas kuliah terlewatkan apalagi penerima beasiswa.
3. Tentukan prioritasmu, mana yang lebih penting.
4. Membuat daftar/rencana kegiatan agar tidak bentrok.
5. Membuat daftar kemungkinan biaya yang akan dikeluarkan sehingga kamu tidak keteteran dalam hal tersebut. karena banyak mahasiswa baru biasanya di awal ngampus akan banyak pengeluaran baik untuk buku, baju baru dan peralatan belajar lainnya.
Yap. mungkin hanya itu saja. Ini adalah pertama kalinya aku nulis di sebuah blog. Sebenarnya aku belum pandai menulis hanya dalam masih tahap pembelajaran. Semoga kedepannya menjadi lebih baik dalam membuat tulisan. Semoga tulisan di atas bermanfaat.
Selamat Bermimpi..
Aku jawab apa ya...
Sebenarnya begini, mungkin sebagian ada yang merasakan sindrom seperti ini sepertinya memang sindrom maba tidak terkesan baik. Namun, perlu disikapi dengan benar. Sebab aku merasakan saat saat seperti ini. Saat pertama kali aku diterima di PTN yaitu Universitas Indonesia, Aku sangat senang bukan main. Yes.. aku diterima jadi maba FIB. Alasan aku dulu simpel, yang penting aku ingin kuliah di PTN.
Ternyata hidup di luar kota dengan pergaulan yang cukup waww serta memerlukan biaya yang tak sedikit, walaupun aku penerima beasiswa bukan berarti biaya hidup ditanggung sepenuhnya. Aku harus melatih diriku untuk menjadi gaul. kapan nih cerita sindrom maba nya?
Wait wait, jadi menurut teori sotoy (sok tahu) aku, sindrom maba adalah sindrom yang dirasakan oleh mahasiswa baru (yaiyalah mahasiswa baru). Di kampus khususnya di Universitas Indonesia begitu banyak organisasi, komunitas dan acara-acara kepanitian yang sedang membuka Open Recruitment yang dilakukan secara berbarengan. Mahasiswa Baru kebingungan untuk memilih mana yang akan diikuti, termasuk aku sendiri. Sehingga mahasiswa kebingungan sendiri hingga ada yang mengikuti kegiatan yang banyak atau ada juga yang tidak mengikuti kegiatan tersebut sama sekali.
Kelebihannya jika kita mengikuti kegiatan banyak dibanding dengan yang tidak mengikuti yaitu pertama kamu akan mendapat banyak link dan teman baru sesama anggota organisasi ataupun komunitas itu sendiri dibanding dengan maba yang tidak mengikuti kegiatan apapun. Kedua, kamu akan sebisa mungkin mengatur waktumu dan menjadikan waktumu tidak kosong jadi gak gabut (nganggur) serta menuntut kamu untuk pandai mengatur waktu. Ketiga, kamu akan terbiasa kedepannya mengikuti kegiatan di suatu organisasi/komunitas/acara kepanitiaan lain.
Sedangkan kekurangannya yaitu karena mahasiswa baru sangat banyak kegiatan, baik itu ospek universitas, fakutas, dan jurusan, sehingga kamu merasa kelelahan. Kamu belum terbiasa kedepannya jika akan mengikuti kegiatan.
Tipsnya menurut aku yaitu
1. Carilah informasi sedetail mungkin tentang organisasi atau komunitas baik itu dari senior, teman bahkan dari anggota yang mengikuti organisasi/komunitas tersebut.
2. Ikuti organisasi/komunitas/acara kepanitiaan yang sesuai dengan minatmu. jangan mengikuti terlalu banyak karena tugas utama kita sedang kuliah, jadi harus kejar juga tujuan utama kuliah. Jadi jangan sampai tugas kuliah terlewatkan apalagi penerima beasiswa.
3. Tentukan prioritasmu, mana yang lebih penting.
4. Membuat daftar/rencana kegiatan agar tidak bentrok.
5. Membuat daftar kemungkinan biaya yang akan dikeluarkan sehingga kamu tidak keteteran dalam hal tersebut. karena banyak mahasiswa baru biasanya di awal ngampus akan banyak pengeluaran baik untuk buku, baju baru dan peralatan belajar lainnya.
Yap. mungkin hanya itu saja. Ini adalah pertama kalinya aku nulis di sebuah blog. Sebenarnya aku belum pandai menulis hanya dalam masih tahap pembelajaran. Semoga kedepannya menjadi lebih baik dalam membuat tulisan. Semoga tulisan di atas bermanfaat.
Selamat Bermimpi..
Langganan:
Postingan (Atom)
Belajar Itu Ada Metodenya: Rabbani, Bertahap, dan Mengokohkan
Hai Readers. Dalam salah satu kajian yang aku dengarkan di perjalanan, aku kembali diingatkan bahwa belajar itu tidak bisa sembarangan. Ada...
-
Dalam tata bahasa Arab, tashrif istilahi ( تصريف اصطلاحي ) mengacu pada perubahan bentuk kata kerja yang mengikuti pola tertentu untuk meng...
-
Seri Cerpen : Hikmah dari Dinding Hari ini aku pulang terlambat lagi. Ruangan kantorku masih lengang, hanya ditemani suara derit kursi dan...
-
Hai hai readers.... Sudah lama nih aku tidak meng-post tulisan lagi. Kini aku kembali lagi nih karena sudah sekian lama mager (*hehehe jang...