Minggu, 15 Oktober 2017

Mahasiswa Jangan Mager

Hai hai readers....

Sudah lama nih aku tidak meng-post tulisan lagi. Kini aku kembali lagi nih karena sudah sekian lama mager (*hehehe jangan ditiru yaa). Oh iya sesuai dengan latar belakangnya nih aku mau bawakan tulisan yang berjudul "Mahasiswa Jangan Mager"

 Jadi begini nih, kalian pasti sudah tau kan arti dari istilah mager (Malas Gerak). Istilah mager itu berujuk pada kata malas yang berkonotasi sangat negatif terutama untuk kalangan mahasiswa. Sebenarnya mager bukan hanya tidak boleh untuk kalangan mahasiswa tapi menurutku untuk semua kalangan (wkwkwk).

Yah... sekali-kali boleh lah mager tapi jangan keseringan dan berlebihan karena memang Allah tidak menyukai hal yang berlebih-lebihan seperti dalam firmannya dalam surat Al-Araf ayat 31

"Hai anak Adam, Pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki ) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (Q.S Al-A'raaf [7]:31)

Disini aku bukan akan membahas tentang pakaian, minum dan makan yang berlebihan karena sesuai temanya aku akan membahas tentang jangan mager nya karena aku garis bawahi "Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan"  baik dalam hal apapun gak boleh berlebih-lebihan yah kecuali Ilmu karena harus dapat ilmu itu yang banyak agar tidak keliru. 

Baiklah kembali ketema, istilah mager itu sangatlah kurang baik dilakukan terutama untuk mahasiswa karena pada dasarnya mahasiswa dituntut untuk kreatif dan produktif. Apalagi tau sendiri kan mahasiswa itu sebenarnya pembawa perubahan dan generasi terdidik. Dia harus mampu mengemban amanah dari rakyat. Mahasiswa harus bertanggung jawab, jangan hanya sekedar mendapatkan nama "ekh aku lho mahasiswa dari XXX" jadi kalau seperti itu kamu hanya pamer agar dipuji dan disegani orang. 

Mahasiswa tugas dan PR nya banyak bukan hanya diperkuliahan tetapi, bagaimana dituntut untuk menjalankan pengabdiannya kepada masyarakat. Kalau mahasiswanya mager bagaimana mau sukses bergerak saja sudah malas. Sukses itu bukan berarti harus dapat uang yang banyak tapi, bagaimana kamu sudah mampu menjalankan tugasmu sebagai mahasiswa untuk masyarakat itulah orang sukses bukan hanya untuk pribadi  

Makanya mahasiswa harus mencari ilmu yang banyak agar ketika ada masyararakat yang membutuhkan bantuannya ia dapat menyelesaikan suatu permasalahan. Perbanyaklah baca  karena dengan membaca  akan memunculkan banyak ide. 

Aku terkadang heran kenapa banyak mahasiswa yang mager dan malah nongkrong-nongkrong tidak jelas. kalaupun nongkrongnya untuk pembelajaran itu tidak apa-apa bahkan itu baik. tapi kalau nongkrongnya itu sambil ngerokok dan diam ngelamun gak jelas itulah yang buang-buang waktu. selain itu, mahasiswa mager biasanya banyak tidur, seperti orang sakit. gak mau kan dibilang seperti itu makanya ayo belajar, ayo berkarya dan ayo bergerak....


Jumat, 15 September 2017

Sindrom Maba (Mahasiswa baru)

Yaelah bahasanya Sindrom Maba (Mahasiswa Baru) apaan tuh??

Aku jawab apa ya...
Sebenarnya begini, mungkin sebagian ada yang merasakan sindrom seperti ini sepertinya memang sindrom maba tidak terkesan baik. Namun, perlu disikapi dengan benar. Sebab aku merasakan saat saat seperti ini. Saat pertama kali aku diterima di PTN yaitu Universitas Indonesia, Aku sangat senang bukan main. Yes.. aku diterima jadi maba FIB. Alasan aku dulu simpel, yang penting aku ingin kuliah di PTN.

Ternyata hidup di luar kota dengan pergaulan yang cukup waww serta memerlukan biaya yang tak sedikit, walaupun aku penerima beasiswa bukan berarti biaya hidup ditanggung sepenuhnya. Aku harus melatih diriku untuk menjadi gaul. kapan nih cerita sindrom maba nya?

Wait wait, jadi menurut teori sotoy (sok tahu) aku, sindrom maba adalah sindrom yang dirasakan oleh mahasiswa baru (yaiyalah mahasiswa baru). Di kampus khususnya di Universitas Indonesia begitu banyak organisasi, komunitas dan acara-acara kepanitian yang sedang membuka Open Recruitment  yang dilakukan secara berbarengan. Mahasiswa Baru kebingungan untuk memilih mana yang akan diikuti, termasuk aku sendiri. Sehingga mahasiswa kebingungan sendiri hingga ada yang mengikuti kegiatan yang banyak atau ada juga yang tidak mengikuti kegiatan tersebut sama sekali.

Kelebihannya jika kita mengikuti kegiatan banyak dibanding dengan yang tidak mengikuti yaitu pertama kamu akan mendapat banyak link dan teman baru sesama anggota organisasi ataupun komunitas itu sendiri dibanding dengan maba yang tidak mengikuti kegiatan apapun. Kedua, kamu akan sebisa mungkin mengatur waktumu dan menjadikan waktumu tidak kosong jadi gak gabut (nganggur) serta menuntut kamu untuk pandai mengatur waktu. Ketiga, kamu akan terbiasa kedepannya mengikuti kegiatan di suatu organisasi/komunitas/acara kepanitiaan lain.

Sedangkan kekurangannya yaitu karena mahasiswa baru sangat banyak kegiatan, baik itu ospek universitas, fakutas, dan jurusan, sehingga kamu merasa kelelahan. Kamu belum terbiasa kedepannya jika akan mengikuti kegiatan.

Tipsnya menurut aku yaitu
1. Carilah informasi sedetail mungkin tentang organisasi atau komunitas baik itu dari senior, teman bahkan dari anggota yang mengikuti organisasi/komunitas tersebut.
2. Ikuti organisasi/komunitas/acara kepanitiaan yang sesuai dengan minatmu. jangan mengikuti terlalu banyak karena tugas utama kita sedang kuliah, jadi harus kejar juga tujuan utama kuliah. Jadi jangan sampai tugas kuliah terlewatkan apalagi penerima beasiswa.
3. Tentukan prioritasmu, mana yang lebih penting.
4. Membuat daftar/rencana kegiatan agar tidak bentrok.
5. Membuat daftar kemungkinan biaya yang akan dikeluarkan sehingga kamu tidak keteteran dalam hal tersebut. karena banyak mahasiswa baru biasanya di awal ngampus akan banyak pengeluaran baik untuk buku, baju baru dan peralatan belajar lainnya.

Yap. mungkin hanya itu saja. Ini adalah pertama kalinya aku nulis di sebuah blog. Sebenarnya aku belum pandai menulis hanya dalam masih tahap pembelajaran. Semoga kedepannya menjadi lebih baik dalam membuat tulisan. Semoga tulisan di atas bermanfaat.

Selamat Bermimpi..

Belajar Itu Ada Metodenya: Rabbani, Bertahap, dan Mengokohkan

Hai Readers.  Dalam salah satu kajian yang aku dengarkan di perjalanan, aku kembali diingatkan bahwa belajar itu tidak bisa sembarangan. Ada...